Problematika Pemetaan Kebutuhan Belajar BIPA sebagai Fondasi Penyusunan Materi Ajar

Aninditya Chasanah (1)
(1) Universitas Tronojoyo Madura, Indonesia

Abstract

The Indonesian Language Program for Foreign Speakers (BIPA) requires careful planning of teaching materials that align with learners’ needs and characteristics. One crucial stage in this process is learning needs mapping, which serves as the foundation for determining learning objectives, teaching materials, and instructional strategies. This article aims to (1) describe the concept of learning needs mapping in the BIPA context, (2) identify problems encountered in the needs mapping process, and (3) propose relevant strategies for mapping learning needs in the development of BIPA teaching materials. This study employs a descriptive qualitative method through literature analysis of journals, books, and other credible scientific sources. The findings reveal that BIPA learning needs mapping faces several challenges, including the heterogeneity of learners’ backgrounds and objectives, limited availability of authentic and local wisdom-based teaching materials, technical and resource constraints, and the lack of accurate needs analysis instruments. To address these challenges, effective mapping strategies include the use of valid and reliable instruments, the combination of quantitative and qualitative methods (questionnaires, interviews, and observations), the integration of local cultural contexts, and the selection of material topics relevant to learners’ interests. Implementing these strategies can support the development of more structured, contextual, and learner-centered BIPA teaching materials, thereby enhancing the effectiveness of the teaching and learning process..


 


Keywords: BIPA, learning needs mapping, teaching material development strategy, problems


Abstrak


Tujuan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) memerlukan perencanaan materi ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pemelajar. Salah satu tahap penting dalam perencanaan tersebut adalah pemetaan kebutuhan belajar yang menjadi dasar dalam penentuan tujuan pembelajaran, materi ajar, dan strategi pengajaran. Artikel ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan konsep pemetaan kebutuhan belajar dalam konteks BIPA, (2) mengidentifikasi problematika yang muncul dalam proses pemetaan kebutuhan, dan (3) menyajikan strategi pemetaan kebutuhan belajar yang relevan untuk penyusunan materi ajar BIPA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis literatur dari jurnal, buku, dan sumber ilmiah terpercaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemetaan kebutuhan belajar BIPA masih menghadapi berbagai problematika, seperti heterogenitas latar belakang dan tujuan pemelajar, keterbatasan bahan ajar otentik dan berbasis kearifan lokal, kendala teknis dan sumber daya, serta kurangnya ketepatan instrumen analisis kebutuhan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan strategi pemetaan yang efektif melalui penggunaan instrumen yang valid dan reliabel, penerapan metode kuantitatif dan kualitatif secara terpadu (kuesioner, wawancara, dan observasi), integrasi konteks budaya lokal, serta penentuan topik materi yang relevan dengan minat pemelajar. Dengan demikian, penyusunan materi ajar BIPA dapat dilakukan secara lebih terstruktur, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan pemelajar sehingga mendukung efektivitas proses pembelajaran.


 

Full text article

Generated from XML file

References

Suyitno, I. (2007). Pengembangan bahan ajar BIPA berdasarkan hasil analisis kebutuhan belajar. Wacana, 9(1), 45–60. https://scholarhub.ui.ac.id/wacana/vol9/iss1/5/

Muzaki, H. (2021). Pengembangan bahan ajar BIPA: Pentingnya analisis kebutuhan SEMANTIKA,8(2),112.125.https://jurnal.umus.ac.id/index.php/semantika/article/view/379

Suyitno, I. (2008). Standarisasi pemetaan kebutuhan belajar dalam BIPA. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 10(3), 33–45.

Diah Eka Sari, dkk. (2024). Penentuan topik pembelajaran berdasarkan minat pemelajar BIPA. Journal of Literacy and Education, Universitas Pasundan. https://journal.unpas.ac.id/index.php/literasi/article/view/6787

Emy R. Kusuma. (2023). Bahasa indonesia untuk penutur asing: PT Literasi Nusantara Abadi Grup

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.

Asih, N. S. F. (2024). Kebutuhan bahan ajar BIPA terkait kearifan lokal.12(3), 210–225. https://journal.uniku.ac.id/index.php/FON/article/view/10785

Khaerunnisa, L., Muliastuti, L., & Halimah, H. (2023). Integrasi budaya lokal dalam analisis kebutuhan materi BIPA. International Journal of Language Education Research. https://www.ijler.net/makale/3985

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Revisi ed.). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Salma, W. (2023). Problematika pembelajaran BIPA: Perbedaan latar belakang siswa dan implikasinya pada pemetaan kebutuhan. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,11(2),166–176. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPBS/article/download/100426/33441

Review kurikulum BIPA. (2024). Strategi responsif terhadap kebutuhan pemelajar BIPA. Journal of Education and Language Studies, Universitas Negeri Semarang. https://journal.unnes.ac.id/journals/jktp/article/view/13939

Authors

Aninditya Chasanah
mrxcel97@gmail.com (Primary Contact)
Chasanah, A. . (2026). Problematika Pemetaan Kebutuhan Belajar BIPA sebagai Fondasi Penyusunan Materi Ajar . BHASWARA: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(1), 9–15. https://doi.org/10.64840/bhaswara.v2i1.107

Article Details